Tips Menulis Artikel Ilmiah yang Baik dan Benar
Last Updated : 05 March 2026 00:08
Jenjang Studi
Berlaku untuk jenjang studi berikut ini
- ASO School of Engineering
- Binus Business School
- Doctor
- International Undergraduate
- Master
- Online Collaboration S1
- Online Master
- Online Undergraduate
- Regular Collaboration S1
- Regular Profession
- Undergraduate
- Undergraduate (Bandung)
- Undergraduate (Malang)
- Undergraduate (Medan)
- Undergraduate (Semarang)
Artikel ini untuk , dosen & mahasiswa
Menulis artikel ilmiah yang berkualitas adalah keterampilan penting bagi mahasiswa, terutama yang ingin mempublikasikan karya di jurnal terindeks Scopus atau konferensi bereputasi. Banyak mahasiswa kesulitan membuat artikel yang diterima karena kurang memahami standar akademik yang diperlukan.
Artikel ini merangkum tips praktis menulis artikel ilmiah yang baik, benar, dan mudah diterima oleh jurnal ternama.
1. Tentukan Tujuan dan Sasaran Pembaca
Sebelum mulai menulis, pastikan Saudara/i memahami:
A. Tujuan Penulisan Artikel
| Tujuan | Penjelasan | Contoh |
|---|---|---|
| Sumber Informasi | Memberikan data dan fakta terkini | Hasil penelitian eksperimental |
| Edukasi | Mengajarkan konsep atau metode baru | Tutorial teknik analisis data |
| Persuasi | Meyakinkan pembaca akan suatu argumen | Argumen kebijakan berbasis bukti |
| Hiburan | Menarik minat dengan pendekatan kreatif | Artikel review dengan sudut pandang unik |
B. Target Audience (Sasaran Pembaca)
| Audience | Ciri Khas | Bahasa yang Digunakan |
|---|---|---|
| Mahasiswa | Masih belajar, butuh penjelasan detail | Sederhana, banyak contoh |
| Umum | Non-ahli, butuh konteks umum | Populer, minim jargon |
| Profesional/Akademisi | Ahli di bidangnya, paham teknis | Teknis, presisi, padat |
💡 Tips: Semakin spesifik target pembaca, semakin fokus dan relevan artikel Anda.
2. Lakukan Riset yang Cukup dan Berkualitas
Sumber yang Dapat Dipercaya
| Jenis Sumber | Contoh | Kredibilitas |
|---|---|---|
| Buku akademik | Textbook bereputasi, handbook | ⭐⭐⭐⭐⭐ |
| Jurnal internasional terindeks | Scopus, Web of Science, SINTA | ⭐⭐⭐⭐⭐ |
| Konferensi bereputasi | IEEE, ACM, Scopus-indexed | ⭐⭐⭐⭐⭐ |
| Berita resmi/institusi | Kemenristek, WHO, BPS | ⭐⭐⭐⭐☆ |
| Website umum/blog | Wikipedia, blog pribadi | ⭐⭐☆☆☆ (hindari) |
Teknik Pencatatan Poin Penting
Format Catatan Riset:
[No] | [Sumber] | [Tahun] | [Poin Utama] | [Halaman/DOI]
-----|----------|---------|--------------|---------------
1 | Smith | 2023 | Metode X lebih efektif dari Y | doi:xx.xxx
2 | Journal | 2022 | Gap penelitian di bidang Z | hal. 45-50
✅ Manfaat: Memudahkan penyusunan referensi dan menghindari plagiarisme.
3. Buat Kerangka/Outline yang Lengkap
Struktur standar artikel ilmiah untuk jurnal Scopus:
| Bagian | Fungsi | Panjang Ideal |
|---|---|---|
| Judul | Menggambarkan isi secara singkat | 10-15 kata |
| Penulis & Afiliasi | Identitas dan institusi | 1 baris per penulis |
| Abstrak | Ringkasan lengkap artikel | 150-250 kata |
| Kata Kunci | Memudahkan pencarian | 3-5 kata/frasa |
| Introduction | Latar belakang, masalah, tujuan | 1-2 halaman |
| Literature Review | State of the art, gap penelitian | 2-3 halaman |
| Research Methodology | Metode, alat, prosedur | 1-2 halaman |
| Results | Temuan data (objektif) | 2-4 halaman |
| Discussion | Interpretasi, analisis, implikasi | 2-3 halaman |
| Conclusion | Ringkasan dan saran | 1 halaman |
| Data Availability Statement | Akses data penelitian | 1 paragraf |
| References | Daftar pustaka terkini | 20-50 referensi |
4. Buat Kalimat Pembukaan yang Menarik (Hook)
Teknik Pembuka yang Efektif
| Teknik | Contoh |
|---|---|
| Fakta mengejutkan | “Hanya 12% penelitian di bidang AI yang dapat direplikasi dengan baik (Smith, 2023).” |
| Permasalahan relevan | “Kesenjangan digital di Indonesia semakin lebar sejak pandemi COVID-19.” |
| Kontroversi/debat | “Paradigma pembelajaran mesin tradisional mulai dipertanyakan oleh para ahli.” |
| Cerita singkat/case study | “Pada 2022, sebuah rumah sakit di Jakarta berhasil mengurangi mortalitas sebesar 30% menggunakan sistem prediksi berbasis AI.” |
| Kutipan otoritatif | “Seperti yang dikatakan oleh Turing, ‘Mesin yang dapat berpikir akan mengubah segalanya.'” |
🎯 Tujuan: Membuat pembaca ingin tahu lebih lanjut dalam 10 detik pertama.
5. Gunakan Bahasa yang Jelas, Konsisten, dan Efektif
Prinsip Bahasa Ilmiah
| Prinsip | Penjelasan | Contoh |
|---|---|---|
| Jelas (Clear) | Satu kalimat satu ide | ❌ “Metode A dan B yang digunakan dalam penelitian ini dan hasilnya menunjukkan…” ✅ “Penelitian ini menggunakan Metode A. Hasilnya menunjukkan…” |
| Konsisten (Consistent) | Istilah teknis seragam | ❌ “Machine learning”, “pembelajaran mesin”, “ML” (berganti-ganti) ✅ Pilih satu: “machine learning” (konsisten) |
| Efektif (Concise) | Tidak bertele-tele | ❌ “Dalam konteks penelitian ini, penulis ingin menyampaikan bahwa…” ✅ “Hasil menunjukkan…” |
| Objektif | Hindari subjektivitas | ❌ “Metode ini sangat bagus” ✅ “Metode ini meningkatkan akurasi sebesar 15%” |
Kata Sambung untuk Koherensi
| Fungsi | Contoh Kata |
|---|---|
| Penambahan | furthermore, moreover, in addition |
| Kontras | however, nevertheless, conversely |
| Sebab-akibat | therefore, thus, consequently |
| Contoh | for instance, specifically, namely |
| Kesimpulan | in conclusion, overall, taken together |
6. Judul yang Informatif dan Menarik
Karakteristik Judul Baik
| Aspek | Penjelasan | Contoh |
|---|---|---|
| Informatif | Menggambarkan isi utama | ✅ “Pengaruh Machine Learning terhadap Prediksi Penyakit Jantung” |
| Menarik | Memancing rasa ingin tahu | ✅ “Revolusi AI dalam Diagnosa Medis: Peluang dan Tantangan” |
| Mengandung kata kunci | Mudah ditemukan di database | ✅ “Deep Learning”, “Sentiment Analysis”, “Blockchain” |
| Spesifik | Tidak terlalu umum | ❌ “Penelitian tentang Teknologi” ✅ “Implementasi Blockchain untuk Supply Chain Pangan” |
Struktur Judul Efektif
[Metode/Teknologi] + [Aplikasi/Konteks] + [Hasil/Outcomes]
Contoh:
"Deep Learning Approach for Early Detection of
Alzheimer's Disease: A Systematic Review"
Checklist Sebelum Submit ke Jurnal
| No | Aspek | Status |
|---|---|---|
| 1 | Target jurnal sesuai scope penelitian? | ☐ |
| 2 | Format artikel sesuai template jurnal? | ☐ |
| 3 | Abstrak lengkap dan menggambarkan seluruh artikel? | ☐ |
| 4 | Referensi minimal 80% dari 5 tahun terakhir? | ☐ |
| 5 | Bahasa Inggris sudah proofread (native/checker)? | ☐ |
| 6 | Plagiarisme < 20% (cek Turnitin/iThenticate)? | ☐ |
| 7 | Semua gambar dan tabel berkualitas tinggi? | ☐ |
| 8 | Data availability statement sudah ditulis? | ☐ |
| 9 | Conflict of interest dinyatakan (jika ada)? | ☐ |
| 10 | Semua penulis menyetujui submission? | ☐ |
FAQ (Pertanyaan Umum)
Q: Berapa lama proses review jurnal Scopus?
A: Rata-rata 3-6 bulan, tergantung jurnal dan jumlah revisi.
A: Rata-rata 3-6 bulan, tergantung jurnal dan jumlah revisi.
Q: Bisa submit artikel yang sama ke beberapa jurnal?
A: Tidak boleh. Itu termasuk plagiarisme dan akan blacklisted.
A: Tidak boleh. Itu termasuk plagiarisme dan akan blacklisted.
Q: Bagaimana jika artikel ditolak?
A: Perbaiki berdasarkan feedback reviewer, lalu submit ke jurnal lain yang sesuai.
A: Perbaiki berdasarkan feedback reviewer, lalu submit ke jurnal lain yang sesuai.
Q: Apakah harus berbayar untuk publish?
A: Ada APC (Article Processing Charge) untuk open access, tapi banyak jurnal subscription-based yang gratis.
A: Ada APC (Article Processing Charge) untuk open access, tapi banyak jurnal subscription-based yang gratis.
Q: Tools apa yang membantu menulis artikel?
A: Grammarly (grammar), Mendeley/Zotero (referensi), Overleaf (LaTeX), Turnitin (plagiarisme).
A: Grammarly (grammar), Mendeley/Zotero (referensi), Overleaf (LaTeX), Turnitin (plagiarisme).
Rekomendasi Tools dan Resources
| Kategori | Tools |
|---|---|
| Manajemen Referensi | Mendeley, Zotero, EndNote |
| Grammar & Style | Grammarly, Hemingway Editor, QuillBot |
| Plagiarisme Check | Turnitin, iThenticate |
| LaTeX Editor | Overleaf, TeXstudio |
| Cari Jurnal | Scopus Preview, DOAJ, SJR |