Apa yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Mengajukan Pindah Program/Program Studi?
Last Updated : 29 June 2026 12:09- International Undergraduate
- Undergraduate
- Undergraduate (Bandung)
- Undergraduate (Malang)
- Undergraduate (Medan)
- Undergraduate (Semarang)
Pengajuan pindah program atau program studi merupakan proses yang dapat dilakukan oleh mahasiswa BINUS University ketika ingin berpindah ke jurusan lain. Keputusan ini tidak hanya berdampak pada perkuliahan saat ini, tetapi juga pada masa studi dan rencana karir ke depan. Oleh karena itu, penting untuk memahami perbedaannya, waktu pengajuan, serta tahapan yang harus dilalui.
Perbedaan Pindah Program dan Pindah Program Studi
Pindah Program
Pindah program dilakukan ketika mahasiswa berpindah ke jurusan lain yang masih berada dalam school atau fakultas yang sama.
Karena masih dalam lingkup yang sama, mahasiswa:
- Tidak mendapatkan NIM baru
- Tidak perlu mengulang dari awal
- Sebagian mata kuliah dasar masih bisa digunakan
Pindah Program Studi
Pindah program studi terjadi ketika mahasiswa berpindah ke jurusan di fakultas yang berbeda. Konsekuensinya:
- Mendapatkan NIM baru
- Mengulang dari semester 1
Hal ini karena perbedaan kurikulum yang cukup signifikan.
Ketentuan Waktu Pengajuan
- Mahasiswa dapat mengajukan mulai semester 2 hingga semester 6
- Batas akhir pengajuan adalah 1 bulan sebelum perkuliahan dimulai
- Pengajuan hanya bisa dilakukan 1 kali selama masa studi
Karena kesempatan hanya sekali, mahasiswa perlu memastikan keputusannya sudah matang sebelum mengajukan.
Alasan Pembatasan bagi Mahasiswa Semester 1
Mahasiswa semester 1 masih dalam tahap adaptasi dari sekolah ke dunia perkuliahan. Pada fase ini, mahasiswa masih:
- Mengenali sistem belajar
- Memahami isi kurikulum
- Menyesuaikan diri dengan lingkungan baru
Oleh karena itu, mahasiswa disarankan untuk memberi waktu agar benar-benar memahami jurusan yang sedang dijalani sebelum mengambil keputusan besar.
Rekomendasi Pihak untuk Berdiskusi
Sebelum memutuskan pindah, mahasiswa disarankan untuk mencari perspektif lain dengan berdiskusi bersama:
- Orang tua / wali, untuk pertimbangan jangka panjang
- Dosen Academic Advisor, untuk masukan akademik
- Ketua / Sekretaris Jurusan, untuk insight jurusan
- Freshmen Partner, untuk pengalaman mahasiswa
- Konselor Student Advisory, untuk arahan profesional
Selain itu, mahasiswa juga dapat mengeksplorasi informasi jurusan melalui https://curriculum.binus.ac.id/
Mekanisme Pengajuan melalui Student Advisory
Pengajuan dilakukan melalui Student Advisory di masing-masing kampus. Lokasi Student Advisory di masing-masing area dapat diakses melalui https://linktr.ee/studentadvisorybinus
- Mahasiswa akan konsultasi terlebih dahulu dengan konselor
- Konselor akan membantu:
- Memahami alasan pindah
- Memberikan pertimbangan
- Menjelaskan langkah pengajuan
Proses ini memastikan mahasiswa tidak mengambil keputusan secara terburu-buru.
Aspek yang Perlu Dipertimbangkan Secara Mendalam
Sebelum memutuskan pindah jurusan, mahasiswa perlu melakukan refleksi dengan beberapa pertanyaan berikut:
- Apakah sudah merasa tidak nyaman dengan jurusan saat ini?
- Jika iya, coba evaluasi durasinya:
- < 1 semester, sebaiknya beri waktu untuk adaptasi
- 1 semester, mulai pertimbangkan lebih serius
- Jika iya, coba evaluasi durasinya:
- Apakah sudah mencoba mencari bantuan?
Diskusi dengan orang lain dapat membuka perspektif baru dan membantu melihat masalah dengan lebih objektif. - Apa sumber ketidaknyamanan tersebut?
- Jika berasal dari masalah pribadi, sebaiknya diselesaikan terlebih dahulu dengan bantuan konselor
- Jika berasal dari kesulitan memahami materi, lanjut ke evaluasi minat
- Apakah memiliki minat lebih besar di jurusan lain?
Minat ini perlu dibandingkan dengan kemampuan dan kesiapan belajar - Apakah sudah mencari tahu jurusan tujuan?
Pastikan sudah memahami:- Kurikulum
- Tantangan belajar
- Prospek karir
Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, keputusan yang diambil akan lebih rasional dan terarah.
Ringkasan Alur Pengambilan Keputusan
Lebih singkatnya, tahapan atau pertanyaan di bawah ini dapat membantu proses berpikir dalam menentukan pindah program atau program studi:

Alur tersebut membantu mahasiswa menentukan apakah:
- Perlu pindah jurusan, atau
- Tetap melanjutkan di jurusan saat ini
Tahapan Pengajuan Pindah Program / Program Studi
Setelah mahasiswa merasa yakin, berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan:
- Konsultasi & Pengecekan Tagihan
Mahasiswa akan berkonsultasi dengan konselor, sekaligus dilakukan pengecekan keuangan. Jika masih ada tagihan, harus diselesaikan terlebih dahulu. - Menyiapkan Dokumen
Mahasiswa diminta membuat:- Esai: Kondisi studi di program/program studi saat ini dan kendalanya, alasan memilih pindah ke program/program studi yang baru, serta komitmen, usaha konkrit, dan target studi agar bisa berhasil di program studi yang baru
- Surat permohonan: Ditujukan ke Head of Program, dituliskan periode akan pindah program/program studi, program studi asal, program studi baru, lokasi kampus program studi baru, dan kontak mahasiswa untuk memudahkan komunikasi mengenai jadwal interview atau tes yang akan diberikan oleh program studi tujuan. Di surat permohonan, mahasiswa juga perlu menjelaskan secara singkat mengenai alasan mengajukan pindah program studi dan komitmen studinya di program studi tujuan
- Review oleh Konselor
Mahasiswa mengirimkan esai dan surat permohonan ke email konselor program studi asal untuk diperiksa terlebih dahulu oleh konselor. Apabila masih terdapat hal yang perlu diperbaiki, konselor akan memberi catatan pada esai dan/atau surat permohonan tersebut, kemudian meminta mahasiswa untuk melakukan revisi terlebih dahulu. - Persetujuan Jurusan Asal
Setelah dokumen final, pengajuan akan dimintakan persetujuan dari jurusan asal. - Diteruskan ke BINUS Support
Konselor akan meneruskan pengajuan pindah program/program studi ke BINUS Support untuk dilanjutkan proses pengajuannya ke program/program studi tujuan. - Seleksi Jurusan Tujuan
Mahasiswa akan mendapat email dari tim BINUS Support mengenai tahapan yang harus dijalani oleh mahasiswa, hingga mahasiswa mendapatkan informasi mengenai status pengajuannya, apakah diterima atau tidak diterima di program/program studi tujuan. - Pengumuman Hasil
Keputusan akhir akan dikirimkan melalui email (diterima atau tidak).
Seluruh proses pengajuan pindah program/program studi ini membutuhkan waktu kurang lebih 1 – 2 bulan. Selengkapnya dapat dilihat dalam artikel Cara Mengajukan Permohonan Pindah Program/Program Studi.
Kesimpulan
Keputusan untuk pindah program atau program studi bukan hanya soal ketidaknyamanan sesaat, tetapi juga tentang kesesuaian dengan minat, kemampuan, dan tujuan karir.
Pastikan:
- Sudah benar-benar memahami alasan pindah
- Sudah mencari solusi terlebih dahulu
- Sudah mengenal jurusan tujuan dengan baik
Dengan begitu, keputusan yang diambil akan lebih matang dan mendukung perjalanan studimu ke depan.