Pentingnya Bersikap Bijak dalam Bersosial Media
Last Updated : 13 January 2026 16:40- ASO School of Engineering
- International Undergraduate
- Online Undergraduate
- Undergraduate
- Undergraduate (Bandung)
- Undergraduate (Malang)
- Undergraduate (Medan)
- Undergraduate (Semarang)
Media sosial telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, khususnya di kalangan generasi muda. Melalui media sosial, setiap orang dapat berkomunikasi, berbagi informasi, serta mengekspresikan diri tanpa batasan ruang dan waktu.
Namun, di balik berbagai manfaat tersebut, penggunaan media sosial juga memiliki risiko apabila tidak dilakukan secara bijak. Kecepatan penyebaran informasi sering kali tidak diimbangi dengan proses verifikasi yang memadai. Akibatnya, pengguna media sosial memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan kebenaran informasi yang diterima maupun dibagikan.
Oleh karena itu, sikap bijak dalam menggunakan media sosial menjadi sangat penting di era digital saat ini, agar ruang digital tetap aman, sehat, dan bermanfaat bagi semua pihak.
Risiko Penggunaan Media Sosial yang Tidak Bijak
Berikut beberapa risiko yang dapat timbul akibat penggunaan media sosial tanpa kehati-hatian:
1. Penyebaran Informasi Palsu (Hoaks)
Salah satu risiko terbesar dari media sosial adalah cepatnya penyebaran informasi yang belum tentu benar, bahkan bersifat palsu atau hoaks. Informasi semacam ini dapat menimbulkan kesalahpahaman, kepanikan, konflik sosial, serta merugikan pihak tertentu.
Kurangnya kebiasaan untuk memverifikasi informasi sebelum membagikannya menjadi faktor utama maraknya penyebaran hoaks di masyarakat.
2. Perundungan Siber (Cyberbullying)
Perundungan tidak lagi hanya terjadi secara langsung atau fisik. Melalui media sosial, perundungan dapat dilakukan oleh individu atau kelompok yang bahkan tidak saling mengenal.
Cyberbullying dapat berupa ejekan, hinaan, ancaman, atau penyebaran konten yang merendahkan seseorang. Dampaknya lebih banyak menyerang kondisi psikologis korban, seperti menurunnya rasa percaya diri, stres, depresi, hingga gangguan kesehatan mental.
3. Risiko Privasi dan Keamanan Data
Kurangnya kehati-hatian dalam menggunakan media sosial dapat mengancam privasi dan keamanan data pribadi. Banyak pengguna yang tanpa sadar membagikan informasi sensitif, seperti lokasi, foto pribadi, atau data identitas.
Informasi tersebut dapat disalahgunakan untuk berbagai tindak kejahatan, seperti penipuan, pembobolan akun atau rekening, hingga pencurian identitas.
4. Penyebaran Konten Pornografi dan Asusila
Media sosial juga memudahkan penyebaran konten pornografi dan asusila. Tindakan ini merupakan pelanggaran serius terhadap norma sosial dan hukum yang berlaku.
Selain merusak moral, penyebaran konten tersebut dapat menimbulkan dampak hukum bagi pelaku serta menciptakan lingkungan digital yang tidak sehat.